Sisi Lain Social Media dari Kacamata Bisnis

Sisi Lain Social Media dari Kacamata Bisnis

Beberapa hari lalu social media dihebohkan oleh sebuah postingan - postingan tentang sebuah brand terkenal yang mengadakan discount besar-besaran, banyak sekali komentar-komentar negatif maupun positif yang saya baca, simpelnya menurut saya sangat manusiawi, siapa sih yang gak suka discount??

tapi kali ini saya tidak membahas discount atau tentang komentar - komentar kenbanyakan orang, saya akan membahas bagaimana orang - orang bisa tau discount tersebut? dan penyampaian informasi yang sangat baik.

oke,, sehari sebelumnya sempat saya lihat sebuah iklan di akun facebook saya, tapi cuma sekilas, yang saya lihat itu discount toko sebuah sandal, tapi sampai disitu masih belum rame di social media, karena saya tidak tertarik, jadi saya scroll kebawah saja.

keesokan harinya mulai terkejut melihat postingan teman saya memperlihatkan bagaimana ramainya toko itu, oke,, dari sinilah saya berfikir untuk mengulas dari sisi lain sebuah brand dipadukan dengan discount, dan pemasangan iklan yang tepat sasaran. iya,, tepat sasaran, mereka memiliki manajemen social media yang baik, dengan target iklan yang tepat, mampu menarik orang untuk antri sampai kejalanan.

jujur saya orang yang sedikit katrok dalam hal brand yang terkenal, tapi sejak postingan - postingan itu viral, saya bisa berfikir ternyata itu brand yang terkenal, dan saya baru sadar saat itu juga meski saya tidak tahu persis harga normal setiap harinya.

nah,, begitulah jamannya sekarang sebuah bisnis menciptakan brand bisnisnya, menciptakan kesadaran sebuah merek, pertama mereka akan menggelontorkan sebagian biaya untuk pemasangan iklan di social media, bahkan biayanya lebih sedikit dari biaya percetakan banner di jalanan. Lalu tanpa disengaja, banyaknya orang yang datang membuat konsumen melakukan pemasaran brand mereka, dan sampai ke calon konsumen lainnya. saya tidak yakin kalau konsumen yang masuk ke toko tersebut, karena melihat banner yang dipasang didepan toko, malahan 80% keyakinan saya melihat dari postingan iklan, dan teman facebook.

pada intinya dari postingan ini, jamannya sekarang bukan lagi calon konsumen yang masuk toko dan melihat - lihat discount, melainkan sebuah bisnislah yang jemput bola, menawarkan secara halus melalui social media. mungkin memang belum 100% sebuah bisnis bisa move on dari cara cara konvensional, tapi akan lebih bijak jika mencoba hari ini, atau anda akan tertinggal. membuat sebuah kesadaran brand dengan cara digital memang tidak 100% pasti berhasil, semua kembali pada layanan, kebutuhan konsumen, calon target, penyaluran informasi, dan banyak faktor - faktor lainnya.

lalu apa artinya sebuah brand?? bagi sebagian konsumen mungkin tidak tertarik dengan brand, tapi untuk bisnis brand adalah sebuah aset. 
bagaimana kalau branded + discount??

Lalu apa keuntunagnnya untuk bisnis yang memasang iklan? yang pertama tentu saja barangnya yang laku manis, jelas.. sampai antri, mungkin itu cuci gudang akhir tahun,

yang kedua tentu brand, sandalnya akan ikut kerumah anda dan kemanapun anda pergi, pastinya itu cara marketing yang sangat baik dan marketing gratis,

dan yang paling mengerikan adalah nomor tiga, yaitu jejak digital,. setiap pengguna facebook yang melihat dan tertarik dengan iklannya, dan melakukan postingan entah check in di tempat tersebut, semuanya terekam oleh faceebook, untungnya dimana? iya,, setahun lagi mereka pasang iklan, tentu andalah yang akan menjadi target penayangan iklannya, yang pernah berinteraksi dan memiliki ketertarikan dengan brand tersebut. jadi jejak digital adalah sebuah aset bagi pemilik bisnis.

kenapa nomor 3 mengerikan?? pernah anda mencari kaos kaki di google? cari penginapan, cari penerbangan di google?? ketika anda membuka facebook maka itulah yang muncul, bahkan saat anda membuka BBM itulah yang akan pertama muncul. itulah AI (Artificial Intelegent) / kecerdasan buatan dan Big data.

semoga postingan ini menambah wawasan pemirsa.. 

on 04 Desember 2017

LATEST ARTICLES